Mengenal Sejarah Monumen Patung Pesawat Soehat Kota Malang.

Iklan Atas Semua Halaman

.

https://jejetrans.com/

Loading...

Mengenal Sejarah Monumen Patung Pesawat Soehat Kota Malang.

Red.Jeje News

 



Jejenews.co.id Malang, 12 April 2022. Salah satu monumen yang didirikan di Kota Malang untuk menandai peristiwa-peristiwa bersejarah, tak hanya yang terjadi di kota tersebut, melainkan juga peristiwa di negeri ini. Salah satunya adalah Monumen Pesawat MIG-17 Fresco yang berada di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta yang berdiri sejak 1999 itu. 


Sebagai informasi, Monumen pesawat MIG-17 Fresco ini diresmikan tanggal 20 Agustus 1999 oleh Mantan Komandan Lanud Abd Saleh, Marsdya (Pur) Alimunsiri Rappe, bersama Wali Kota Malang saat itu,Bpk Suyitno Mikoyan-Gurevich MiG-17 (bahasa Rusia: Микоян и Гуревич МиГ-17) (kode NATO "Fresco") adalah pesawat tempur jet Uni Sovyet yang aktif sejak tahun 1952.Pesawat ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari MiG-15. 


Tercatat Indonesia pernah memiliki pesawat jenis ini pada era 1960-an. Pesawat ini umumnya digunakan di negara-negara Pakta Warsawa, Afrika, dan Asia.Dikutip dari laman www.indomiliter.com. Sejarah Operasional MIG-17,Dua puluh negara memakai MiG-17. MiG-17 menjadi pesawat tempur standar bagi seluruh negara Pakta Warsawa di akhir 1950-an hingga awal 1960-an. Pesawat ini juga dibeli oleh banyak negara terutama dari Afrika dan Asia, yang merupakan negara netral. 


Sekarang MiG-17 masih dioperasikan oleh beberapa negara seperti Angola, Mali, Mozambik, Korea Utara, Sudan dan Tanzania MiG-17 tidak digunakan dalam Perang Korea, tetapi mulai terlihat ikut bertempur di atas Selat Taiwan ketika MiG-17 milik Tiongkok bertempur melawan pesawat F-86 Sabre milik Republik Tiongkok pada 1958. MiG-17 merupakan interseptor utama bagi Angkatan Udara Rakyat Vietnam pada 1965 dan membuat kemenangan pertama selama Perang Vietnam. 



Komunitas pesawat tempur AS terkejut pada 1965 karena, pesawat subsonik MiG-17 mampu mengalahkan pesawat tempur-bomber canggih kelas kecepatan 2 Mach F-105 Thunderchief di Perang Vietnam. Dengan kekalahan yang mengecewakan ini, AS memulai program pelatihan DACT seperti “Top Gun” dengan memakai pesawat Subsonik A-4 Skyhawk. AL AS juga memakai pesawat A-4. 


Sejarah MiG-17 di Indonesia.Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) mengoperasikan MiG-17 varian MiG-17F dan MiG-17PF. Seluruh pesawat ini dibeli pada 1961. Pesawat MiG TNI AU digunakan pada persiapan operasi Trikora pada 1962 untuk merebut Nugini Belanda dari Belanda. Pada 29 Juni 1962, sebuah MiG-17 TNI AU yang dipiloti Kapten (Pnb) Gunadi jatuh sesaat setelah lepas landas di Lapangan Terbang Letvuan, P. Kei Kecil, Maluku Tenggara, dalam rangka misi pengintaian. 


Kapten Gunadi tewas di tempat kejadian.Selain itu, pesawat-pesawai ini digunakan secara intensif oleh Tim Akrobatik TNI AU pada 1962 untuk event airshow di sekitar Indonesia. Seluruh pesawat dipensiunkan pada 1969 dan tidak dipakai lagi sejak 1970. 


Kelahiran Fresco,MiG-17 yang oleh pihak NATO dijuluki “Fresco” dibuat oleh Mikoyan-Gurevich, salah satu pabrikan pesawat perang tersukses di Uni Soviet. Pesawat yang dirancang sebagai fighter ini, merupakan penyempurnaan dari pendahulunya, MiG-15 Fagot. Dari bentuk dan spesifikasi, nyaris semuanya mirip dengan “kakak”nya itu. Kecuali semacam sirip kecil yang membelah sayap. Pada Fagot, sirip itu hanya dua, sementara di Fresco ada tiga. 


Fresco termasuk di antara jajaran pesawat tempur modern (pada saat itu) yang pernah dimiliki angkatan udara Indonesia. Datang dalam satu paket bersama MiG-15 Fagot, MiG-21 Fishbed, Tu-16 dan lain-lain, sebagai hasil hubungan mesra Indonesia dengan Uni Soviet. Mulai masuk AURI pada 1960 dan pensiun pada 1969, usia operasional yang sangat singkat untuk sebuah jet tempur. 


Fresco sendiri baru meraih nama harum ketika terjun di palagan udara Vietnam. Dengan joki-joki handal dari VPAF (angkatan udara Vietnam Utara), Fresco menjadi momok menakutkan bagi pilot-pilot angkatan udara maupun angkatan laut Amerika. Padahal, di situ Fresco menghadapi lawan yang jauh lebih modern, semacam F-4 Phantom dan jet serang darat F-105 Thunderchief. 


Padahal lagi, kedua pesawat andalan Amerika itu punya kelebihan mampu terbang super sonik, sementara Fresco “cuma” pemburu sub-sonik. Namun, pilot-pilot VPAF mampu memaksimalkan kelincahan Fresco, sehingga banyak pesawat Amerika yang rontok dibuatnya. Terutama pada periode awal-awal perang. Top ace VPAF untuk pilot MiG-17 adalah Nguyen Van Bay, yang berhasil merontokkan 7 pesawat Amerika. 


Di antara pesawat yang dijatuhkan Van Bay, ada satu Phantom dan satu Thunderchief.Pesawat pencegat yang pernah jadi andalan angkatan udara Blok Timur (Pakta Warsawa) ini, sebagian besar sudah pensiun dari operasional. Namun begitu, masih ada pula negara yang mengoperasikan Fresco hingga kini. Sebagian besar adalah negara-negara Afrika, semacam Sudan, Angola, Mali, dan lain-lain. 


Korea Utara juga masih mengoperasikan pencegat lincah ini. Sementara Indonesia, sejak akhir 1969 silam sudah memensiunkan Fresco. Kini, sosok Fresco yang bulat terpajang menjadi koleksi museum dirgantara dan menjadi monumen di pangkalan udara TNI-AU, dan salah satunya berdiri di perempatan permata jingga soehat, yang lebih dikenal dengan nama perempatan patung pesawat.


(Iwan/Red/Jejenews)